Open hours: 8.00-18.00 Mon-Fri
Call Us Free 081118089090

Terapi ozon dikenal oleh dunia kedokteran sejak tahun 1950 sebagai satu alternatif pengobatan mengatasi penyakit bagi pasien dengan keluhan dan gangguan kesehatan yang berat mulai dari multiple sclerosis, AIDS, juga kanker, selain itu juga gangguan estetika

Disamping itu, terapi ini juga punya manfaat kesehatan lain, yang berfungsi untuk perawatan kecantikan mulai dari mengatasi jerawat, flek hitam pada wajah, juga manfaat lain seperti peningkatan vitalitas dan sejenisnya.

Secara alamiah, ozon dikenal sebagai senyawa yang terdiri dari tiga atom oksigen (O3). Dalam kadar yang tinggi, ozon bisa menjad racun bagi jenis organisme hidup, sementara sebagian ahli menganggapnya sebagai polusi. Tetapi dalam kadar rendah, ozon malahan berfungsi sebaliknya dan bisa menjadi satu senyawa yang khas serta berfungsi untuk meningkatkan kesehatan seseorang.

Lantas Bagaimana awal mula adanya terapi ozon?

Salah satu penelitian tentang terapi Ozon yang populer dilakukan oleh German Medical Society For Ozone Therapy. Penelitian ini dilakukan pada seputaran tahun 1980 yang melibatkan 644 terapist dari organisasi tersebut. Sebanyak 384.775 pasien diberikan perawatan dengan terapi ozon dan ternyata ditunjukan bahwa tak kurang dari hanya sekitar 40 kasus saja yang menampakan terjadinya efek samping dari hampir sekian banyak subjek penelitian. Hal ini sama dengan 0,000007%.

Dari hasil penelitian tersebut, maka ditemukan bahwa dalam tindakan terapi selanjutnya maka pasien dibekali dengan resep antibiotik. Antibiotik ini diberikan untuk mengurangi keluhan pasien seperti, rasa sakit di dada, pusing juga pernapasan terasa lebih pendek setelah menerima terapi.

Antibiotik ini berguna sebagai penangkal dari kelebihan dosis yang mungkin saja terjadi setelah dilakukannya terapi. Pasien sebaiknya tetap meminum antibiotik yang telah diberikan, ini agar efek samping dapat diperkecil namun manfaat tetap bisa dirasakan secara maksimal.

Leave a reply

makeup
× Chat Customer Service