Fractional Laser vs Microneedling, Mana yang Lebih Efektif!

Jun 11, 2022Lifestyle

Fractional laser ataupun microneedling adalah terapi yang dapat dilakukan untuk penyembuhan acne scars.

Sebenarnya banyak metode yang dapat dilakukan untuk penyembuhan acne scar. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita akan bahas dulu apasih acne scars itu?

acne scars adalah kondisi kulit wajah yang berlubang atau berpori-pori besar disebabkan oleh jerawat. Ini biasanya terjadi akibat luka yang cukup dalam pada kulit wajah. Secara umum acne scars terbagi menjadi dua macam yaitu atrophic scars dan hyperthropic scars.

Hypertropic scars atau keloid terjadi karena pertumbuhan jaringan fibrous yang berlebih akibat meningkatnya sintesis kolagen sehingga lesinya dapat melebihi batas tepi kulit yang terluka.

Athropic scars terjadi karena adanya kerusakan pada epidermis hingga kolagen pada dermis.

Dermatitis Atopik merupakan salah satu jenis dermatitis (esksim) yang terjadi akibat adanya peradangan pada kulit. kondisi ini bisa disertai dengan kulit yang memerah, kering dan pecah-pecah. Peradangan biasanya berlangsung lama, bahkan hinga bertahun-tahun.

Meskipun eksim adalah kondisi jangka panjang atau lama untuk di atasi, eksim dapat diatasi dengan mandi 2x sehari dengan menggunakan air hangat dan menggunakan sabun yang mengandung pelembab, pH 5,5-6, tidak mengandung pewarna dan pewangi.

Athropic scars dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu, icepick, boxcar, dan rolling scars, dimana pembagiannya sebagai berikut:

  1. icepick scars diameternya sempit (< 2 mm), dalam, memanjang secara vertical (membentuk “V” shape) hingga lapisan dermis atau jaringan subkutan. enis ini cenderung lebih dalam dan bahkan bisa mencapai lapian dermis.
  2. boxcar scars berbentuk bulat atau oval, lebih lebar permukaannya daripada icepick scars. Batas-batas bekasnya yang terlihat jelas membuatnya terlihat seperti box. Bekas luka ini terjadi karena jerawat yang meradang.
  3. rolling scars merupakan scars yang terlebar hingga mencapai diameter 4 – 5 mm sehingga memberikan tampilan yang bergelombang pada kulit.

Acne scars gak bisa hilang dengan sendirinya, Q Dears.. Seperti yang dijelaskan di awal ternyata untuk menghilangkan Scars ada beberapa cara. Seperti :

  1. Chemical peeling – Prosedur dengan larutan kimia yang dioleskan di wajah ini bekerja dengan mengelupasi kulit agar jaringan parut berkurang. Umumnya, setiap sesi peeling akan menggunakan cairan kimia yang berbeda-beda.
  1. Krim penghilang bekas jerawat – Cara kerja krim penghilang bekas jerawat cukup sederhana, yaitu melembapkan kulit dan mengurangi gejala, seperti gatal dan kemerahan. Sayangnya, krim penghilang bopeng membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun agar hasilnya maksimal, dan Q Dear harus mengetahui kandungan dari krim penghilang bekas jerawat apakah cocok dengan kulit Q Dears..
  1. Dermabrasi – Dermabrasi adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Cara kerjanya adalah seperti melakukan pengamplasan pada lapisan kulit. Namun jika prosedur salah malah bisa mengakibatkan bekas luka baru.
  1. Microneedling (Dermaroller dan Dermapen) – Sebagai salah satu cara untuk merawat kulit agar tetap awet muda, microneedling juga sering digunakan untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Prosedur ini dilakukan untuk menghasilkan kolagen lebih banyak di bagian bekas jerawat yang bolong. Cara kerja terapi ini adalah menusukkan bagian kulit yang sudah sembuh agar kulit menghasilkan lebih banyak kolagen untuk mengisi bekas jerawat yang bopeng. Jika sudah terisi, bopeng pun akan lebih tersamarkan.
  1. Laser Resurfacing/ Laser Fractional / Laser CO2 – Cara kerja laser fraksional CO2  (karbon dioksida) adalah dengan memancarkan energi yang dapat ditangkap oleh target yang ada pada jaringan yaitu air. laser fraksional karbon dioksida dikenal sebagai laser ablatif yang merusak seluruh jaringan kulit paling atas, yaitu epidermis.

BACA JUGA: I2PL Treatment Menghilangkan Tekstur Kulit Ayam Pada Kulit

Mana cara yang paling efektif?

setiap pasien memiliki jenis scars yang berbeda-beda dengan kedalaman yang bervariasi, kedua faktor tersebut yang mempengaruhi keefektifan dari terapi yang akan dilakukan oleh pasien. Tujuan dari terapi sudah pasti mendapatkan hasil yang maksimal dengan efek samping yang minimal terhadap kulit. Metode yang dapat dilakukan adalah laser ataupun nonlaser.

Namun dari beberapa cara untuk menghilangkan Bopeng metode Microneedle dan Laser Fractional adalah cara yang hasilnya dapat lebih cepat kelihatan, Lalu mana yang paling Efektif?

Microneedling atau Laser Fractional?

• Microneedling

Microneedling adalah jenis perawatan CIT (collagen induction therapy) yang menggunakan alat dengan jarum-jarum kecil diujungnya untuk membentuk “micro-wounds” atau “luka minor” pada kulit. Micro-wounds ini akan memberikan sinyal pada tubuh untuk melakukan proses penyembuhan dengan menstimulasi produksi kolagen yang baru. Microneedling ada dua jenis yaitu DERMAROLLER dan DERMAPEN

Penjualan secara bebas yang bisa juga digunakan secara mandiri dirumah. Menggunakan alat roll manual. Penetrasi ke dalam kulit dengan metode rolling horizontal yang malah akan menghasilkan luka yang lebih lama sembuh. Lebih banyak pendarahan dan menimbulkan rasa sakit dikarenakan kerusakan epidermal. Sulit untuk menggapai bagian-bagian yang kecil dan melengkung seperti hidung, dan bagian atas bibir.

Tidak bisa menyesuaikan ke dalam kulit karena hanya dapat melakukan satu jenis kedalaman dengan hanya satu jenis jarum. Jika ingin menjangkau kedalam kulit yang berbeda harus membeli lagi alat dengan beberapa jenis ukuran jarum. Dermaroller manual hanya bisa menghasilkan maksimum 300-400 tusukan per detik.

DERMAPEN Digunakan oleh dokter profesional di klinik kecantikan. Menggunakan penggerak elektronik yang merupakan versi upgrade dari roll manual Dermaroller. Penetrasi ke dalam kulit dengan secara otomatis dengan angle 90° vertikal sehingga prosedur dapat dilakukan dengan minimal invasive / minimal trauma. Jauh lebih aman dikarenakan minim kerusakan lapisan epidermal. Rasa sakit dan pendarahan lebih sedikit. Dengan mudah menjangkau area-area yang sulit dijangkau oleh Dermaroller tradisional, seperti hidung dan bagian atas bibir.

Dengan teknologi Dermapen, dokter dapat menyesuaikan kedalaman jarum sesuai dengan kebutuhan. Penyesuaian kedalaman jarum ini sangat penting dalam teknik microneedling karena setiap kondisi kulit membutuhkan kedalaman yang berbeda-beda. Dokter perlu mendapatkan training dan pengetahuan khusus untuk dapat menentukan kedalaman yang tepat untuk setiap masing-masing masalah kulit. Jarum penggerak elektronik dapat menghasilkan 1000 tusukan per detik, memastikan perawatan area yang bermasalah menjadi lebih cepat dan merata.

• Fractional Laser CO2

Firexel Laser Fractional Co2

Laser fraksional karbon dioksida adalah terapi laser yang paling banyak digunakan dari semua terapi laser yang tersedia. Laser fraksional karbon dioksida memancarkan gelombang cahaya sepanjang 10600 nm dan menembus jauh ke dalam kulit dengan kedalaman maksimal 2,5 mm, sangat baik diserap oleh air pada jaringan sehingga kerusakan epidermis yang lebih besar dihindari. Laser ini bekerja dengan merangsang proses penyembuhan scars dengan menstimulasi wound remodelling dengan kolagen yang baru dan pembentukan elastin.

BACA JUGA: Mengencangkan Kulit Wajah Tanpa Opereasi dengan Aileen Laser

Keuntungan dari laser ini adalah mampu merangsang kolagen yang lebih baik, lebih sedikit jaringan yang dirusak, lebih sedikit pembengkakan, menurunkan risiko terjadinya hiperpigmentasi, dan juga waktu pemulihan yang cepat sekitar 3 sampai 5 hari. Karena, prinsip dari laser fraksional adalah menstimulasi proses wound remodelling, maka laser fraksional karbon dioksida juga berguna untuk peremajaan kulit. Kulit dirangsang untuk memperbarui jaringan-jaringan serta sel-selnya sehingga kulit terasa lebih kenyal, lebih kencang, dan lebih cerah.

Kegunaan lain dari laser ini yaitu dapat memperbaiki stretch marks, jaringan parut, mengurangi flek di wajah, mengurangi kerutan di wajah, dan membantu mengecilkan poripori wajah. Setiap tindakan pasti memiliki risiko, risiko atau efek samping dari laser fraksional karbon dioksida adalah dapat terjadi hiperpigmentasi (kehitaman pada kulit) setelah peradangan, keloid, infeksi, dan alergi akibat pengolesan krim anestesi.

Kedalaman penetrasi laser adalah faktor yang sangat penting, dan penting untuk menyadari bahwa kedalaman scars mempengaruhi pengaturan energi yang akan digunakan dalam masing-masing laser.

Jadi balik lagi semua tergantung kondisi scars atau kedalaman scars daripada pasien, jika jenis scars dan kedalaman yang dirasa cukup digunakan dengan metode Microneedling maka dokter akan menyarankan memakai metode tersebut. Namun jika kondisi kedalaman dan jenis scars yang dirasa mengharuskan memakai energy laser yang mampu menyentuh kedalaman kulit target, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan menggunakan fractional laser.